Profile @kitajatim : Rizky Hanna Ekaputri

Desember 20, 2015




kitajatim:


Namanya Rizky Hanna Ekaputri, umurnya 21 tahun sulung dari dua bersaudara, gadis kelahiran Bandung yang sejak kecil berpindah-pindah hidupnya ini sudah 7 tahun terakhir tinggal di Surabaya. Bayangin aja pernah TK di dua tempat, SD di 5 tempat, Alhamdulillah SMA cuma satu eh tapi sekarang kuliahnya dobel segala; semester 7 di Manajemen Unesa dan semester 3 di Ilmu Komunikasi Unair. Sejauh ini bolos bergantung jadwal yang nabrak aja. Kalau ditanya apa alasannya berpindah-pindah? Karena Ayahnya yang bekerja di BUMN.

Sejauh ini manajemen diri yang dilakukan Hanna adalah mengutamakan yang bisa diselesaikan segera, akan diselesaikan duluan. Hidupnya berkutat antara makan di rumah dan di tempat rapat tapi di rumah lebih jarang sih karena kesibukkan yang menyita waktu. Menjalani tugas-tugas kuliah dengan senang hati, akan ada masanya nanti ga ada tugas. Meski mengaku suka pedas, Hanna masih membatasi levelnya dan sejauh ini belum pernah makan mie setan dan rujak yang selalu dihabisin mamanya.

Gadis chubby ini pernah dua kali pacaran dan berencana menikah setelah S2, sekitar umur 25-26. Meski sekarang jomblo berencana semester depan sudah punya calon pendamping agar bisa lebih mendalami komunikasi interpersonal. Berharap memiliki suami yang bisa jadi imam sholat dan membangunkan untuk sholat Tahajjud serta bukan orang yang macem-macem. Ingin punya anak satu dulu karena belum terpikir dua. Tapi belum terpikir KB yang akan digunakan jenis apa. Suka laki-laki yang to the point, saat ini suka teman satu project di AIESEC tapi masih ragu apakah dia memiliki rasa yang sama. Menurut Hanna dikejar dan mengejar sama serunya tetapi lebih seru kalau saling kejar. Hubungan dengan mantan sebelumnya baik dan masih bisa berteman walau awalnya agak sulit melepaskannya untuk orang lain.

Beberapa pengakuan sederhana dibuatnya dalam sesi kepo malam ini:
1. Kalau ke McD pesen French fries, chocolate ice cream, atau breakfast wrap.
2. Suka banget gratisan
3. Milih diskon 70% dibanding diskon 50%+20%
4. Pengguna Kartu Halo sejak di Surabaya
5. Paling gregetan ketemu sama Damay karena adek yang pendiam
6. Paling pengen ketemu sama Mbak Sita karena ingin berguru make up dan kenal lebih dekat
7. Warna gincunya Wardah Eksklusif nomor 34 dan seri Sari Ayu yang NTT
8. Jarang nonton TV, tapi kalo nonton muterin dokumentari atau drama. Kalo ga gitu MV.
9. Paling suka jari manis karena punya semacam tanda sering pake pulpen
10. Makanan favoritnya Bakso, bahkan mengidamkan punya restoran khusus bakso.
11. Kalau ngupil pake jari kelingking tapi diusap ke tisu kok
12. Suka warna hijau tosca, blue navy, hitam, putih, dan merah maroon
13. Respect ke cowok: Thom dan Mas Guruh, cewek: semua
14. Suka kopi pas SMA dan tahun pertama kuliah
15. Paling males nungguin orang.
16. Berat badan 68, tinggi 161 dan sedang berusaha menguruskan badan
17. Paling ingin pergi keliling Jepang, Korea, Vietnam, dan Austria. Sama satu lagi, mengunjungi Arab

Menurut Hanna, komunikasi yang efektif itu antara komunikan dan komunikator memiliki persepsi sistem, tanda dan lambang yang sama. Bapak komunikasi yang paling diingat adalah Lasswell, who says in which channel to whom with what effect.
Cara berkomunikasi dengan orang yang hanya menjawab seperlunya adalah dengan memperhatikan body languagenya dan pandangan matanya ke arah mana kemudian ajak bicara hal-hal yang sedang dia perhatikan dari body languagenya.

Saat ini Hanna juga memendam cita-cita untuk S2 karena buatnya belajar itu enak dan asyik. Kampus idamannya untuk Magister nanti di Integrated International Business nya Waseda Uni (Jepang), Organizational Studies nya Uni of Auckland (NZ). Alasan lainnya untuk terus belajar karena ingin memiliki perusahaan konsultan sendiri. Ketika dihadapkan pada pilihan S2 atau nikah dulu gadis ini memilih S2 dengan pertimbangan bila jadi ibutidak punya motivasi untuk belajar, siapa yang akan mendidik dan menyemangati anaknya nanti. Setelah mempertimbangkan bahwa peran ayah dan ibu sama soal mendidik anak, perlu adanya kerja sama, tidak sekedar memandang siapa yang lebih pintar tetapi memandang berapa banyak opsi untuk anak menjadi dirinya sendiri. Terlepas dari adanya pengaruh didikan ibu dibawah usia 7 tahun sedangkan di atas 7 tahun adalah kewajiban ayah.

Cc: @rizkyhanna


Astaga… diupload di tumblr ternyata. Terimakasih buat sabar nyatetin hasil kepo,Mbak Sita ^^

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.