QRIS ,Solusi Bayar Digital Anti Galau

Januari 22, 2020

     Sekitar tiga bulan yang lalu, saya memutuskan berpergian tanpa membawa dompet yang biasanya berisi berbagai lembaran uang Rupiah dengan jumlah nominal yang berbeda. Hanya berbekal kartu identitas, dan juga telepon genggam, perjalanan saya menyusuri kota Surabaya menjadi penuh drama. Berpergian hari itu dimulai dengan memesan transportasi daring ke halte bis yang dekat dari rumah. Memakai dompet digital, saya tidak khawatir untuk menyiapkan uang kecill untuk membayar harga jasa ke bapak sopir. Sesampainya di halte bis, saya menggunakan Suroboyo Bus menuju tujuan saya yang berada di tengah kota. Perjalanan yang mengharuskan saya dua kali ganti bis akhirnya berakhir dengan damai saat saya sudah sampai tujuan.
    Tujuan saya merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya. Keinginan untuk jalan-jalan tanpa takut kepanasan dengan suhu ekstrim siang hari kota Surabaya yang bisa membuat lebih ingin cepat kembali ke rumah dan mandi akhirnya terwujud dengan pergi ke kawasan Tunjungan. Menemui teman saya yang sudah menunggu di salah satu restoran cepat saji, saya bergegas duduk dan ia menawarkan saya untuk membeli makan apa sebelum berpetualang mencari promo terbaik di kawasan tersebut. Teman saya juga menjelaskan jika ada promo dari berbagai dompet digital dan juga kartu debit maupun kredit di restoran tersebut.
     Mengantri di gerai tersebut untuk membeli makanan, saya sempat melihat beragam poster promo menggunakan dompet digital. Saya juga melihat mesin EDC beragam warna dari berbagai perusahaan dompet digital yang akan mencetak kode QR untuk melakukan transaksi pembayaran. Antrian semakin panjang dan sedikit tidak terkendali karena kesulitan untuk melakukan scanning kode QR. Sedikitnya terdapat 3 kali percobaan menggunakan mesin EDC yang berbeda. Akhirnya transaksi pembayaran pun bisa berjalan mulus setelah mencoba ketiga mesin EDC untuk mencetak kode QR.
     Berawal dari peristiwa tersebut, saya bertanya-tanya pada diri saya. Mengapa kode QR terasa sulit sekali diakses karena berasal dari perusahaan berbeda? Apa tidak ada yang ingin menyeragamkan supaya semua dompet digital bisa akses? Pertanyaan saya terjawab ketika teman saya memberitahu saya jika ada upaya untuk menyeragamkan kode QR yang bisa diakses oleh semua orang. Bagaimana ceritanya?
   Bank Indonesia (BI) sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan moneter di Indonesia, membuat Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang berisi 5 tujuan pembangunan sistem pembayaran yang aman dan berkelanjutan yang akan tercapai pada tahun 2025. Isi dari 5 visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025 adalah sebagai berikut:
  1.     Mendukung integrasi ekonomi-keuangan digital nasional sehingga menjamin fungsi bank sentral dalam proses peredaran uang, kebijakan moneter, dan stabilitas system keuangan, serta mendukung inklusi keuangan.
  2.        Mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi-keuangan digital melalui open-banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan.
  3.        Menjamin interlink antara fintech dengan perbankan untuk menghindari risiko shadow banking melalyyi pengaturan teknologu digital, kerjasama bisnis, maupun kepemilikan perusahaan.
  4.        Menjamin keseimbangan antara inovasi dengan consumer protection, integritas dan stabilitas, serta persainngan usaha yang sehat melalui penerapan Know Your Customer, Anti Money Laundering/Combacting the Financing of Terrorism (AML/CFT), kewajiban keterbukaan untuk data/informasi/bisnis publik dan penerapan reg-tech dan sup-tech dalam kewajiban pelaporan, regulasi, dan pengawasan.
  5.        Menerima kepentingan nasional dalam ekonomi keuangan digital antar negara melalui kewajiban pemrosesan semua transaksi domestik di dalam negeri dan kerjasama penyelenggara asing dengan domestik dengan memperhatikan prinsip resiprokalitas.


Untuk mendukung upaya BI dalam mewujudkan lima visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025, BI bekerjasama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan sangat mendukung sekali transisi konsumsi menggunakan dompet digital dengan meluncurkan QRIS yakni QR Code Indonesia Standard. Alasan BI mendukung adanya QRIS adalah BI melihat penggunaan QR code mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif, dan memajukan UMKM.
QRIS sendiri sangat diperlukan agar inovasi teknologi dan perkembangan kanal pembayaran memiliki potensi sebagai alat pembayaran yang baru dan memperluas penerimaan masyarakat terhadap transaksi nontunai. Selain itu, QRIS juga membantu penyedia barang dan jasa untuk menggunakan satu sistem QR code tanpa harus menyediakan seluruh QR code dari berbagai dompet digital.
QRIS mengusung semangat UNGGUL dalam pelaksanaannya sehingga membuat saya dan teman-teman semua tidak perlu khawatir jika bertransaksi secara digital. UNGGUL disini berarti Universal, Gampang, Untung, Langsung, demi memajukan Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi. Mengapa UNGGUL?
1.       Universal
Bersifat Universal dikarenakan QRIS dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi domestik maupun luar negeri. Hal yang paling menyenangkan adalah QRIS menggunakan standar internasional EMV Co untuk pembuatan QR code sehingga teman-teman dapat merasa aman dan nyaman melakukan berbagai transaksi karena dilindungi oleh negara dan internasional.  
2.       Gampang
Transaksi menggunakan QRIS sebagai QR code yang berstandar dapat dilakukan oleh siapa saja melalui ponsel. Hal ini sangat membantu teman-teman yang lebih suka membawa ponsel dibandingkan membawa dompet kemana-mana sehingga mengurangi barang bawaan teman-teman.
3.       Untung
Transaksi menggunakan QRIS sangat menguntungkan bagi konsumen maupun penyedia barang dan jasa. Bagaimana tidak? Cukup satu system QR code yang dapat diakses semua dompet digital tanpa harus gonta-ganti aplikasi pembayaran. Memudahkan kan?
4.       Langsung
Penggunaan QRIS sangat menolong teman-teman karena prosesnya cepat dan seketika sehingga melancarkan proses pembayaran.

QRIS sendiri diluncurkan pada 17 Agustus 2019 di Jakarta oleh Bank Indonesia, bertepatan dengan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. QRIS sendiri mulai diberlakukan dengan  penyedia jasa dan barang menampilkan QRIS yang siap digunakan oleh konsumen saat melakukan transaksi pembayaran. Penggunaan QRIS secara menyeluruh akan dilakukan serentak mulai Januari 2020. Sehingga teman-teman tidak perlu khawatir lagi jika pergi ke penyedia jasa maupun barang dengan dompet digital tertentu karena QRIS memudahkan kita untuk melakukan scanning pada QR code yang dapat diakses dengan semua dompet digital secara langsung dan efisien. Tak lupa juga, keamanan bertransaksi menggunakan QRIS sangat terjaga dikarenakan QRIS juga melakukan Know Your Consumer atau lebih popular mengetahui nasabah pengguna dompet digital sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan, teman-teman bisa melaporkan transaksi yang mencurigakan.
Bagaimana? QRIS memudahkan kita semua untuk beralih ke transaksi digital sehingga bisa melakukan transaksi dengan mudah, aman, dan nyaman. Dengan semangat UNGGUL, saya dan teman-teman memiliki kontribusi terhadap negara melalui penggunaan dompet digital, mendorong semangat ekonomi inklusif, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas untuk Indonesia Maju. Saatnya memulai dari hal kecil seperti menggunakan QRIS agar teman-teman bisa melakukan transaksi dengan mudah, aman, dan nyaman dimanapun kita berada tidak perlu mencoba satu per satu QR code dari berbagai dompet digital lagi seperti yang saya alami saat jalan-jalan.
               
Referensi :
                Siaran Pers Bank Indonesia

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.