Tampilkan postingan dengan label Conscious Living. Tampilkan semua postingan

(Updated) Travel with Suroboyo Bus, The First Indonesia's Bus Paid by Bottle Trash

5 komentar

Hola...hola...hola...

So, it's quite an old post but worthy to share my Suroboyo Bus experience in English, because of it seems personal blog rarely use English for this topic, you can read my following story here, and enjoy the read. 

"I hardly see any public transportation around here," one of my foreign friends told me three years ago. She felt uneasy because she's got a new buddy (that's me!) and speaking Bahasa for order transportation was difficult for her. 2015 is the very first year of Go-Jek served Surabaya that time, and its operational's conflict interest still in debate whether online transportation can be used in public area. My friend used to be paid more expensive because lack of knowledge in Bahasa while negotiating the price with online transportation driver (sometimes, you will be found a driver that made expensive rate than in application). 

So, it's been happy news when Surabaya's city government announced their public bus called Suroboyo Bus with designated routes and seats for transportation security matters. Even though not every area in the city can be covered by this transportation, it's still a very safe transportation option for now because they have CCTV in the bus and the bus' announcement system can speak between Bahasa Indonesia, Javanese, and English, a very helpful guide for the foreigner. We can also view where's the closest bus and it stops through Go Bis Surabaya mobile application (supported in Android and iOS). 


Suroboyo Bus has several regulations for its passengers. First, for tickets, passengers need to bring their own bottle trash (5 bottles for 600 milliliters or 3 bottles for 1,5 liters) and give the bottles to the staff in main terminal (Purabaya and Rajawali) for trash coupon or every bus stops for Suroboyo bus (you can see 'BUS STOP' with the red color background in asphalt) then the bus staff there will take your trash and give you your bus tickets. 

Second, waiting for your bus and tell the bus conductor where are you go once you take off, he/she will print out your ticket and stamp your coupon to be marked. Before that, make sure you check your bus route if you need to make a transit to change the bus route in your way. For example, I took my bus from Dr. Soetomo hospital stop, then just realized that the bus will go to ITS stop before went back to Pakuwon Mall. The bus conductor told me to stand by in Hockey field stop, across Dr. Soetomo hospital. For a while, I was waiting and talking to spent my time there. One auntie told me that Surobooyo Bus won't take a passenger if their route is in another round of their routine.   

Third, choose your own seat,  there designated seats for the public (orange), women (pink), elderly, and disabilities (red)  to avoid sexual harassment and also for accessibility for elderly and disabilities you can choose or you can stay stand up if it's too crowded. If you do a short route, it's okay to sit close to the door. However, if it's a long one, you're better to sit far from the door because the seat sometime uses by elderly, pregnant women, women with their child, and disabilities companion.  The bus stairs' quite high for children and elders to step on. And also disabilities seats are quite close to the bus door and they have an automatic system to take a wheelchair along their owner in the bus.

Fourth, make sure you're well-behaved. The bus itself has a CCTV system and is connected to the bus driver CCTV monitor and also Surabaya's command center in Siola government complex. Don't try to eat and drink during your bus journey because both of them are forbidden. Help our bus workers' to keep their working environment clean. 

Fifth, make sure you listen to every stop's announcement in case you're really unfamiliar come somewhere you didn't know. Their every stop's announcements are in English, Bahasa, and Javanese-speaking Suroboyo dialect. You can ask the bus conductor if you want to go somewhere close to your bus destination's stop. Surabaya's quite hot even in rainy season, it's best to take any preparations because the weather's quite unpredictable. Once you arrive at your destination's stop, make sure you have your luggage and say thank you to the bus staffs.
Me :) 

Overall, my experience at Suroboyo Bus was exciting. I enjoyed the journey because it's less traffic jam by bus than using my car or even a motorcycle. I can see things that I couldn't enjoy it if I'm driving alone. The bus staffs and passengers are friendly enough to make me feel safe. Also, I'm less worried because my bottle trash managed by Surabaya's trash bank system, one of the best trash bank systems in Indonesia. Even though the bus didn't serve a lot of routes to some district, the bus is a big help to get myself to my destination in the heart of the city. 

I wish Surabaya can maintain its public transportation because of Surabaya's weather and humidity are crazy hot enough to make you feel dizzy in day and sweat in the night. Surabaya's tram will be released in a few years, and some main roads like MERR-OERR in East Surabaya have connected Madura island-Surabaya-Sidoarjo making moving around the city easier.

PS:

Suroboyo Bus' currently served the new route from Gunung Anyar to MERR, making easier to travel East Surabaya. In addition, Suroboyo Bus bottle trash will be collected in new drop point in Arif Rahman Hakim Park & Ride. Also, new connecting lines are available in ITS stop (UNESA-ITS and Gunung Anyar-MERR) and Panglima Soedirman (Purabaya-Rajawali and UNESA-ITS).

The duration of one sticker is for two hours bus riding so making it easy to not bring a lot of bottled trash alone. 

For further information, you can visit the Instagram official account of Suroboyo Bus, here
Enjoy your trip around Surabaya and I hope my article blog help you if you travel to Surabaya. 

Yuk Nabung di Bank Sampahnya Surabaya! (Review Bank Sampah Induk Kota Surabaya)

12 komentar
Hola!

Menutup 2018 dan sebentar lagi membuka 2019, apa resolusimu? Adakah yang sudah dibuat?

Photo by Gary Chan on Unsplash

Kali ini aku berbagi pengalamanku sepanjang paruh kedua 2018 yakni menabung sampah. Iya, alhamdulillah pakai banget akhirnya saya sedikit tercerahkan bahaya sampah plastik gegara terlalu sering berkutat di akun pencinta lingkungan.

Awalan memiliki niat untuk nabung di bank sampah ketika tiap kali mau ke kantor (sebutan saya ke co-working space tempat ngantor saya di studio), selalu melewati bank sampah. Begitu juga ketika main ke rumah pakdhe yang lokasi kampungnya di salah satu kampung ter-hijaunya Surabaya. Sebelumnya, saya punya wacana lain *ancene manusia hanya bisa berwacana ya* untuk naik Suroboyo Bus yang harus menukarkan sampah botol plastik, tapi lokasi penukaran yang jauh darimana-mana membuatku malas untuk menukarkan sampah botol plastik dengan tiket busnya.  

Akhirnya tak jadi sekedar wacana nabung di bank sampah karena keluhan Mama tentang larangan pemulung dilarang masuk perumahan sedangkan sampah di rumah semakin banyak dan petugas kebersihannya jarang datang.  Saya akhirnya memutuskan membawa sampah kering di rumah ke bank sampah yang jaraknya lebih dekat dari kantor *biar sekalian setor muka walau freelance begini* ketimbang rumah buat ditabung. 

Bank Sampah Induk Surabaya merupakan kegiatan dari PLN Peduli, CSR dari PLN yang menggalakkan pengelolaan sampah rumah tangga agar di daur ulang. Sampah yang masuk ke bank sampah akan dikelola di pusat daur ulang sampah yang berada di daerah Jambangan, Surabaya. Kali ini saya akan menunjukkan sedikit tutorial menabung sampah dan juga tips dan trik menabung sampah.

  • Memilah Sampah
Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilah sampah. 

Bagi sampah berdasarkan dua kategori yakni organik atau anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang bisa diolah kembali seperti sampah daun-daunan dan sayuran bisa diolah kembali  sebagai kompos dengan membuat komposter sendiri atau memisahkan sampah jenis ini untuk diangkut ke TPA sebelum diolah melalui bank kompos. 

Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah produk tambang, bisa disetorkan ke bank sampah, atau dilakukan 3 R yakni Recycle, Reuse, Repair (yang menanyakan kenapa bagian Reduce dan Rot nya hilang karena ini lebih ke mengelola sampah yang sudah terjadi). Sampah elektronik, plastik, dan kaleng merupakan contoh nyata dari sampah anorganik.  
  • Membersihkan Sampah 
Kemudian yang harus dilakukan selanjutnya adalah jreng jreng jreng, membersihkannya


Dulu tiap buang sampah terutama minuman atau makanan yang baunya super khas di hidung, ga kepikiran buat membersihkan sampahnya sampai suatu ketika saat memilah pertamakali botol susu, baunya bekas botol sangat menyengat. Semenjak saat itu, saya benar-benar kapok sekapok-kapoknya membuang sampah tanpa membersihkannya, minimal dibersihkan dengan air hingga warna dan bau tak ada di sampah yang mau disetor. 

Jenis sampah yang harus dibersihkan sebelum disetor adalah: plastik wadah makanan atau minuman, wadah sabun dan deterjen, wadah kosmetik, kaleng cat, dan sak semen. Terimakasih pada Life Where I'm From YouTube channel yang membahas Becoming A Waste Management Specialist, aku akhirnya membersihkan sampah dengan meniru apa yang dilakukan Aiko. 
  • Mengelompokkan Sampah 
Photo by Gary Chan on Unsplash

Mengelompokkan sampah merupakan hal-hal yang butuh ketelitian dikarenakan jenis sampah anorganik masih dibagi menjadi sekitar 41 jenis. Hmm banyak ya 🤔. Berikut jenis sampah anorganik yang diterima Bank Sampah Induk Kota Surabaya dan dikelompokkan menjadi kategori berikut:

  • Daftar Rekening Bank Sampah 
Dipilah, cek. Dibersihkan, cek. Dikelompokkan, cek. Saatnya disetor deh. Eits, tunggu dulu. Buat kamu yang mau menyetor sampah baik secara individual maupun kelompok lebih baik untuk buat rekening bank sampah untuk mencatat saldo setoranmu. 

Di Bank Sampah Induk Kota Surabaya, kamu bisa menyetor sampah dengan langsung ditukarkan dengan uang tunai atau untuk menabung sampahnya kemudian saldo setoranmu akan menjadi diskon untuk bayar listrik langsung di bank sampah. 

Untuk pembuatan buku rekening, dikenakan biaya sebesar 3000 rupiah. Buku Rekening Bank Sampah harus dibawa setiap setor sampah untuk mempermudah mengecek saldo terkini di bank sampah. 

  • Menimbang Sampah 
Langkah terakhir setelah datang ke bank sampah dan punya buku rekening sampah adalah menimbang sampah. Di Bank Sampah Induk Kota Surabaya menggunakan timbangan elektronik yang mempermudah pencatatan timbangan sampah. Petugas akan memberikan nota yang berisi detail jenis sampah dan jumlahnya dan mencatat saldo di buku rekening sampah. Wah mudah kan? 

Untuk informasi mengenai Bank Sampah Induk Kota Surabaya bisa dicek melalui instagram mereka @banksampahinduksurabaya atau Facebook Page mereka 'Bank Sampah Induk Surabaya'. Sedangkan untuk tahu lokasi Bank Sampah terdekat dari rumah bisa cek ke https://zerowaste.id/bank-sampah/ . Untuk sampah elektronik, akan dibahas di postingan selanjutnya ya :) 

Enjoy the weekend, dan jangan lupa siapin langkah strategis untuk resolusi tahun baru kamu ya. Yuk, cerita hal apa yang merupakan resolusimu di tahun ini yang sudah dilaksanakan di kolom komentar ya. :)