Tampilkan postingan dengan label Foods & Beverages. Tampilkan semua postingan

Enaknya Dijual, Surga Baru Buat Kamu Yang Ogah Ribet Saat Makan

3 komentar
Hola....

Bagaimana kabarnya teman-teman?

Kali ini, aku akan membahas sebuah tempat makan yang baru saja dibuka dan lagi nge-hip di kawasan Surabaya Timur. Apa itu?

Sedikit bercerita, saat opening tempat ini sempat menimbulkan kegaduhan karena saat nanya lokasi di grup chat, hal ini yang terjadi...

Aku          : Ini lokasinya dimana ya?
Kak Koor : Dijual
Aku          : Eh? Nama tempatnya apa?
Kak Koor : Namanya dijual.... Alamatnya abcdefgh...

Berdasarkan petunjuk dari kakak koor, aku akhirnya berangkat ke dijual eatery, berlokasi di kawasan Parkiran Mahasiswa ITATS. Disana terdapat dua tempat makan yakni D'kantin dan Dijual Eatery yang menyajikan menu makanan yang berbeda. Karena hari itu aku memutuskan ke Dijual Eatery dengan tidak menaruh banyak ekspektasi.
Penampakan depan Dijual Eatery


Sampai disana, aku kagum banget tempat parkirnya luas banget, bisa buat kegiatan berbanyak nih. Hal yang menurutku unik karena di Surabaya jarang ada tempat makan yang sedia tempat parkir yang cukup luas, kalaupun ada biasanya parkir gedung seperti di mall atau di hotel. Datang kesana paling pertama dan akhirnya kenalan dengan teman-teman yang ada di group chat serta communication manager nya Dijual Eatery yakni, Mbak Apriska.

Ekspektasi pertamakali disana adalah, tempatnya Eatery benar-benar instagram-able banget. Cocok banget buat kamu yang pergi ga berbanyak atau pergi sendirian menikmati hari di tengah macetnya MERR yang kini udah tembus Surabaya-Sidoarjo. Sesaat masuk kesana, rasanya tenang dan ga terburu-buru, salah satu nilai plus bagi aku yang butuh ketenangan buat makan walaupun rame-rame.



Fun fact, ke Dijual Eatery benar-benar menghindari kecanggungan kamu saat menentukan apa yang kamu beli dikarenakan menu makanan dan minumannya serba 25 ribu Rupiah. Kamu bisa mencoba menu Nusantara hingga Internasional dengan tampilan kekinian banget. Berikut adalah tampilan berbagai menu favorit aku yang ada Dijual Eatery dengan inovasi kuliner yang membuat kamu ingin foto-foto makanan dan langsung penasaran mencoba makanannya.







Rekomendasi aku kalau datang ke Dijual Eatery bisa datang sendirian atau berdua karena lebih mengutamakan buat makan dengan tenang diiringi suara aktivitas masak-memasak diselingi mengobrol. Kalau datang berbanyak, jangan lupa untuk reservasi berhubung ruang Dijual Eatery tersedia dalam kapasitas tidak sampai 40 orang.

Teman-teman bisa juga mengecek sosial media maupun review Dijual Eatery melalui Google Maps loh sebelum mencoba datang kesini. Bagi yang belum bisa menyetir, jangan khawatir karena Dijual Eatery terlewati oleh Suroboyo Bus jurusan MERR-Gunung Anyar dengan pemberhentian halte ITATS. Semakin menarik kan buat pergi makan ke Dijual Eatery?

Ditunggu kedatangan dan cerita teman-teman ke Dijual Eatery ya...

A Review of Labnosh Foodshake Starter Drink

17 komentar
As someone learned Communication Studies, I required to watch any kinds of communication products, including Korean Drama. Before, I usually just enjoy the storyline, the actors’ acting, or even the camera angle. However, now it’s quite difficult to focus on them because of…… some Korean products in the drama is captivating my heart. 

Photo by Labnosh and JTBC 'Clean Up with Passion for Now'
So, when I watched Clean Up with Passion for Now where my favorite actor, Yoon Kyun-sang played a germophobic CEO of a cleaning company and Kim Yoo-jung, his co-star played his employee who’s not prone to neatness, I found Labnosh Foodshake in the drama. Even when I knew that Korea has a wide range of instant food, from noodle to rice cake but this is my first time heard of Labnosh Foodshake. So, I'm honored when Korea International Trade Association through their Global Marketing Panel, choose me as their expert panel for reviewing Labnosh Foodshake. 

Labnosh is produced by Egnis, Korean food startup, specializing in meal replacement such as food shake, food bar, and liquid meal. Perhaps do you know ‘ppali ppali’ culture, when Korean always having more hectic, tighter, faster, and more productive schedule, yeah one of reason Labnosh exist is to appreciate their precious time and provide a healthy meal in a very convenient way. 

My first impression about Labnosh Foodshake is… very light meal. I’ve got Labnosh Foodshake Starter Kit from kmall24.com, international e-commerce for K-Fans managed by Korea International Trade Association. Delivered in less than a week with neat packaging, there’s 5 bottles of Labnosh Foodshake: grain, milk tea, coffee, cookies and cream, and chocolate flavors. 


My favorite flavor is cookies and cream. It tastes like biscuit and creamy milk, also remind me of Indonesian's favorite cereal. My least favorites are coffee and milk tea. Those flavors are too strong to handle for a meal replacement. I think its need to put less coffee or milk tea flavoring. 

My concern about Labnosh is no halal certification for their product. If Egnis as Labnosh’s brand holder have halal certification for Labnosh, it will be easier to be marketed towards South East Asia. And also, even when Labnosh provides English product introduction in kmall24.com, I worried for non-Korean using Labnosh product because their entire product introduction is in Korean. I guess Labnosh can fully reach their potential foreign customers by starting to use English subtitle in their Korean Instagram posts. Also making quizzes to international audiences who watching on-going sponsored Korean' drama will be help to sell Labnosh Foodshake in SEA countries.

Product Name: Labnosh Foodshake Starter Kit Bundle of 5 Bottles
Price               : $12,10 (from $16,60)
Distributor      : kmall24.com (international consumer)
Rating             :4/5

Makan di Captain Hood, Bawa Khas Indonesia dalam Kemasan Global

2 komentar
Hai, teman-teman!

Akhirnya setelah seminggu dari postingan terakhir, dan juga ulang tahun kemarin, aku punya waktu luang sehari buat menikmati jalan-jalan keliling Surabaya. Tapi karena lagi mager mau kemana dan juga jamnya terbatas, aku memutuskan pergi sendirian menikmati status jomblo ke Captain Hood yang restorannya baru buka di Surabaya dan kemarin di instastories kan mulu sama Mas Adien Gunarta , senior aku di Ilmu Komunikasi Unair. 

Mengusung konsep Indonesia banget, Captain Hood merupakan brand yang dilahirkan oleh Mannara Group, sebuah kolaborasi 17 pemilik restoran dan kafe di Indonesia. Menyampingkan kompetisi, ke 17 pemilik ini sepakat membuat restoran yang tak hanya mengenalkan ayam dan ikan, varian favorit orang Indonesia ke bentuk yang lebih global, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya makan ikan dan juga pendidikan melalui pemberian hadiah paket makanan anak-anak yang biasanya mainan diganti menjadi alat tulis. 17 pemilik tersebut diantaranya, Innico Wirawan Sjahandi (Igor's Pastry), Darma Santoso (My Kopi-O Group), Hari Subagio (Ken-Ken Bigul), Harijadi Surja (Kahyangan Group), Handojo Lesmana (Bentoya), Stephen Walla (Ria Resto & Jamu Iboe), Go Sudarto Yudi (Mahameru Restaurant), Daniel Indrapribadi (Restaurant Auditor), Andre Soenjoto (de Boliva), Tatang Widjaja (Cacayo), Handoyo Soedargo (X.O Group), Erwin G. Wijaya (Kabinet Coffee), Yusuf D. Lindra (Warung Leko), Eric Minarto (Porong Wei), Hendy Setiono (Kebab Turki Baba Rafi), Julius Putranto Komang (Suteki Sushi dan Penyetan Cok), dan Thomas Bobby (Pukis Banyumas). 

Lokasi Captain Hood sendiri di Surabaya mengambil tempat di Jl. Raya Gubeng No.66, Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur dekat dari Siloam Hospital Surabaya. Untuk persisnya, teman-teman mungkin pernah tahu tempat de Boliva restaurant di Gubeng sekarang menjadi tempat Captain Hood. 

Berhubung aku lupa motret penampakan luar Captain Hood, berikut penampakan dalamnya Captain Hood yang mengusung warna kuning dan biru.





Untuk menunya sendiri, teman-teman bisa cek di Pergi Kuliner . Kemarin pas kesana, aku memesan ikan dori, nasi, dan es lidah buaya. Karena dapat bonus-an telkomsel, aku juga dapat pasta rendang dan air mineral, begini penampakannya, 
Menu pesananku yang terdiri dari es lidah buaya, nasi, dan ikan dori, kebetulan ga begitu suka saus kecuali saus keju hehe..

Pasta Rendang dan Air Mineral hasil bonusan Telkomsel. Terimakasih operator kesayangan akuuu...


Untuk menunya sendiri, lumayan enak dan sangat Indonesia banget karena ada pilihan sambal matah dan bumbu rendang, yang pernah diadaptasi oleh restoran cepat saji asing tetapi ga begitu sesuai dengan lidah aku, tapi Captain Hood berhasil membawa cita rasa pasta rendang tidak terlalu pedas dan greasy di lidah aku. Aku suka banget pilihan minumnya ada Jamoe Ibu dimana favorit aku es lidah buaya nya menyegarkan. Untuk ukuran restoran cepat saji Indonesia,Captain Hood merupakan new rising star dalam beberapa bulan sejak peresmiannya.

Layanan Captain Hood tak hanya makan di tempat atau di bungkus loh. Kamu bisa adain acara teman-teman mulai dari kumpul sama teman-teman, rapat, hingga ulang tahun di Captain Hood loh, harga menunya bervariasi tergantung budget teman-teman. 

Nah, mumpung weekend, yuk cobain makan di Captain Hood ya, rasakan sensasi khas Indonesia dalam kemasan lebih global.